Sabtu, 28 Juni 2014

Permainan Lompat Tali Merdeka



PERMAINAN TRADISIONAL
LOMPAT TALI MERDEKA

 
OLEH:
KELOMPOK IX
KELAS B / SEMESTER IV

             
1)      I Made Dwita Saraswatha          NIM 1211031055
2)      Ni’ Matul Ulfa                             NIM 1211031075                  
3)      Gusti Ayu Made Taria Dewi      NIM 1211031076





JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
2014

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Tuntunan-Nya kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul Permainan Tradisional Lompat Tali Merdeka” pada waktunya.
            Dalam penyusunan makalah ini tentunya tidak terlepas dari pihak-pihak yang telah membantu kami, baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada:
1)      Yth. I Made Satyiawan, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan Jasmani.
2)      Rekan-rekan kelompok dan semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang kami miliki. Sehingga kritik dan saran yang sifatnya membangun demi menyempurnakan makalah ini sangat kami harapkan.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat diterima dan bermanfaat bagi semua pihak serta dapat menambahkan pengetahuan dan wawasan.


Singaraja, Februari 2014


    Penyusun





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................        i
DAFTAR ISI................................................................................................        ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ...................................................................        1
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................        1
1.3 Tujuan  ..............................................................................................        2
1.4 Manfaat.............................................................................................        2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Permainan Lompat Tali Merdeka.........................................        3  
2.2 Komponen-komponen Permainan Lompat Tali Merdeka.................        3
2.3 Cara Bermain Lompat Tali Merdeka................................................        5
2.4  Manfaat Permainan Lompat Tali Merdeka......................................        6
BAB III PENUTUP
 3.1 Simpulan ...........................................................................................        8
 3.2 Saran .................................................................................................        9  
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Indonesia mempunyai banyak warisan budaya salah satunya adalah permainan tradisional, salah satu permainan yang sering dimainkan oleh anak indonesia yaitu lompat tali. Lompat tali adalah salah satu permainan tradisional yang ada di Indonesia. Permainan ini mempunyai banyak sebutan, salah satunya di provinsi Riau permainan ini disebut dengan tali Merdeka. Warga provinsi Riau menyebut permainan ini dengan Tali Merdeka karena pada lompatan akhir pemegang tali meregangkan tali setinggi kepalan tangan yang diacungkan ke udara dan kepalan tangan tersebut hampir mirip dengan yang dilakukan oleh pejuang pada saat mengucapkan “merdeka”.
Terdapat kecenderungan bahwa pada masa kini masyarakat khususnya anak-anak jarang melakukan kegiatan permainan tradisional. Teknologi yang serba canggih, praktis dan bergengsi mendesak dan mengancam permainan tradisional yang sederhana, agraris dan kolektif ini. Selain itu munculnya berbagai siaran televisi yang sangat variatif secara cepat juga dapat merubah sikap mental dan kebiasan anak hampir diseluruh wilayah Indonesia. Permainan-permainan tradisonal pun sudah jarang sekali kita jumpai contohnya permainan. Kita sebagai seorang guru hendaknya mengenal permainan tradisonal agar dapat kita wariskan kepada para peserta didik, guna melestarikan permainan tradisonal yang banyak sekali manfaatnya. Dengan demikian kelompok kami ingin mengenalkan kembali permainan ini agar permainan ini akan terus berkembang dan dilestarikan untuk generasi selanjutnya.

1.2  Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat di rumuskan masalah sebagai berikut.
1.    Bagaimana sejarah permainan lompat tali merdeka?
2.    Apa saja Komponen-komponen permainan lompat tali merdeka?
3.    Bagaimana aturan permainan lompat tali merdeka ini?
4.    Apa nilai budaya dan manfaat yang diperoleh dari permainan lompat tali merdeka?

1.3  Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.    Untuk mengetahui sejarah permainan lompat tali merdeka.
2.    Untuk mengetahui Komponen-komponen permainan lompat tali merdeka.
3.    Untuk mengetahui aturan permainan lompat tali merdeka ini.
4.    Untuk mengetahui nilai budaya dan manfaat yang diperoleh dari permainan lompat tali merdeka.

1.4  Manfaat
            Adapun manfaat dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut.
1.    Manfaat bagi mahasiswa adalah dapat lebih mengetahui dan memahami tentang permainan tradisional “Lompat Tali Merdeka sehingga dapat bermanfaat nantinya dalam mengajarkan perserta didik di lapangan.
2.    Manfaat bagi masyarakat adalah agar masyarakat lebih memahami dan mengerti betapa pentingnya permainan tradisional untuk dilestarikan dan berguna dalam melatih kepribadian anak pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
3.    Manfaat bagi guru/dosen adalah dapat menambah pengetahuan tentang permainan tradisional “Lompat Tali Merdeka”, sehingga guru dapat memanfaatkannya dalam kegiatan belajar mengajar.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Sejarah Permainan Lompat Tali Merdeka
Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya, karena permainan lompat tali ini bisa ditemukan hampir di seluruh indonesia meskipun dengan nama atau sebutan yang berbeda-beda. Permainan lompat tali ini biasanya identik dengan kaum perempuan tetapi juga tidak sedikit  anak laki-laki yang ikut bermain.
Permainan Lompat Tali Merdeka adalah sebutan untuk mereka yang tinggal di Provinsi Riau. Di daerah yang masyarakatnya adalah pendukung kebudayaan Melayu ini ada sebuah permainan yang disebut sebagai tali merdeka. Inti dari permainan ini adalah melompat tali-karet yang tersimpul. Penamaan permainan ini ada kaitannya dengan tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan pemain itu sendiri, khususnya pada lompatan yang terakhir. Pada lompatan ini (yang terakhir), tali direnggangkan oleh pemegangnya setinggi kepalan tangan yang diacungkan ke udara. Kepalan tangan tersebut hampir mirip dengan apa yang dilakukan oleh para pejuang ketika mengucapkan kata “merdeka”.
Gerakan tangan yang menyerupai simbol kemerdekaan itulah yang kemudian dijadikan sebagai nama permainan yang bersangkutan. Kapan dan dari mana permainan ini bermula sulit diketahui secara pasti. Namun, dari nama permainan itu sendiri dapat diduga bahwa permainan ini muncul di zaman penjajahan. Sebenarnya di daerah lain Indonesia juga banyak ditemukan permainan ini tapi dengan nama yang berbeda misalnya dengan nama Lompat Tali, Lompatan dll

2.2    Komponen-kompenen Permainan Lompat Tali Merdeka
Berikut adalah komponen-komponen yang diperlukan dalam permainan lompat tali merdeka.
a.       Pemain
Pemain tali merdeka ini berjumlah 3
-10 orang. Pemain dibagi dalam dua kelompok, yaitu pemegang karet dan pelompat karet. Pada umumnya permainan ini dilakukan oleh kaum perempuan yang masih berusia antara 7-15 tahun. Kaum perempuan yang telah berumur lebih dari 15 tahun biasanya akan segan untuk ikut bermain, karena takut auratnya akan terlihat sewaktu melompati tali karet. Kalau pun ada yang ikut bermain, biasanya hanya sebagai penggembira saja dan hanya melompat saat ketinggian tali masih sebatas lutut atau pinggang. Sedangkan kaum laki-laki hanya kadang kala saja ikut serta dalam permainan.
b.      Tempat
Untuk bisa bermain lompat tali ini, kita tidak perlu mencari tempat yang luas. Cukup seluas ruas jalan, atau sebatas agar pemegang tali 1 dengan 1 lainnya, mendapat jarak aman tidak terkena benturan jika ada pelompat yang melompati karet. Dan luas nya juga cukup untuk pelompat melakukan kuda-kuda (ancang-ancang) untuk melompat. Biasanya juga permainan ini dimainkan di lahan tanah/rumput, karena meminimalisir cedera saat melompat. Sedangkan apabila dimainkan di lapangan beton/semen resiko cedera sangat rentan apabila pelompat tidak menguasai cara pendaratan (landing) setelah melompat.
c.       Peralatan Permainan
Peralatan yang digunakan dalam permainan ini adalah karet-karet gelang yang dianyam memanjang. Cara menganyamnya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional. Karet tersebut tidak dijual perbuah, melainkan dalam bentuk satuan berat (gram, ons, dan kilo).
Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan, pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat, karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. Oleh karena itu, sewaktu membuat anyaman untuk membentuk tali karet, diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak lekas putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. Ada kalanya tali-karet dianyam dengan menyambungkan 3-4 buah karet sekaligus, agar tali menjadi semakin kuat dan dapat dipakai berkali-kali.
         
2.3    Cara Bermain Lompat Tali Merdeka
Permainan lompat tali merdeka tergolong sederhana karena hanya melompati anyaman karet dengan ketinggian tertentu. Jika pemain dapat melompati tali-karet tersebut, maka ia akan tetap menjadi pelompat hingga merasa lelah dan berhenti bermain. Ada beberapa ukuran ketinggian tali karet yang harus dilompati, yaitu:
  1. Tali berada pada batas lutut pemegang tali.
  2. Tali berada sebatas di pinggang (sewaktu melompat pemain tidak boleh mengenai tali karet sebab jika mengenainya, maka ia akan menggantikan posisi pemegang tali.
  3. Posisi tali berada di dada pemegang tali (pada posisi yang dianggap cukup tinggi ini pemain boleh mengenai tali sewaktu melompat, asalkan lompatannya berada di atas tali dan tidak terjerat).
  4. Posisi tali sebatas telinga.
  5. Posisi tali sebatas kepala.
  6. Posisi tali satu jengkal dari kepala.
  7. Posisi tali dua jengkal dari kepala.
  8. Posisi tali seacungan atau hasta pemegang tali.
Sebelum permainan diadakan, terlebih dahulu akan dipilih dua orang pemain yang akan menjadi pemegang tali dengan memilih secara langsung berdasarkan tinggi badan yang sama. Kemuadian membentuk dua kelas menjadi dua kelompok yaitu kelompok merah dan kelompok putih dengan cara diundi agar adil dan sama banyak antara jumlah laki-laki dan jumlah perempuan. Tiap-tiap kelompok akan diberikan pita, kelompok merah akan diberikan pita berwarna merah dengan jumlah yang sesuai dengan anggota kelompok begitu pula dengan kelompok putih akan diberikan pita berwarna putih dengan jumlah sesuai dengan kelompok. Setelah selesai pembagian kelompok dan pita maka ketua kelompok akan gambreng untuk menentukan kelompok mana yang terlebih dahulu memulai permainan. Kelompok yang menanng gambeng akan memulai permainan terlebih dahulu kemudian jika ada anggota kelompok yang tidak dapat melompati tali,maka anggota kelompok tersebut dinyatakan gugur, dan kelompok yang kalah memeberikan sebuah pitanya ke kelompok lawan. Kelompok yang mempunyai pita terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang dalam permainan ini.

2.4 Nilai Budaya dan Manfaat Permainan Lompat Tali Merdeka
Permainan yang disebut sebagai tali merdeka ini mengandung nilai kerja keras, ketangkasan, kecermatan dan sportivitas. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar dapat melompati tali dengan berbagai macam ketinggian. Nilai ketangkasan dan kecermatan tercermin dari usaha pemain untuk memperkirakan antara tingginya tali dengan lompatan yang akan dilakukannya. Ketangkasan dan kecermatan dalam bermain hanya dapat dimiliki, apabila seseorang sering bermain dan atau berlatih melompati tali merdeka. Sedangkan nilai sportivitas tercermin dari sikap pemain yang tidak berbuat curang dan bersedia menggantikan pemegang tali jika melanggar peraturan yang telah ditetapkan dalam permainan.
Ternyata bermain lompat tali karet mempunyai banyak manfaat untuk anak-anak, diantaranya adalah.
  1. Motorik kasar
Main lompat tali merupakan suatu kegiatan yang baik bagi tubuh. Secara fisik anak jadi lebih terampil, karena bisa belajar cara dan teknik melompat yang dalam permainan ini memang memerlukan keterampilan sendiri. Lama-lama, bila sering dilakukan, anak dapat tumbuh menjadi cekatan, tangkas dan dinamis. Otot-ototnya pun padat dan berisi, kuat serta terlatih. Selain melatih fisik, mainan ini juga bisa membuat anak-anak mahir melompat tinggi dan mengembangkan kecerdasan kinestetik anak. Lompat tali juga dapat membantu mengurangi obesitas pada anak.
  1. Emosi
Untuk melakukan suatu lompatan dengan ketinggian tertentu dibutuhkan keberanian dari anak. Berarti, secara emosi ia dituntut untuk membuat suatu keputusan besar, mau melakukan tindakan melompat atau tidak. Dan juga saat bermain, anak-anak akan melepaskan emosinya. Mereka berteriak, tertawa dan bergerak.
  1. Ketelitian dan Akurasi
Anak juga belajar melihat suatu ketepatan dan ketelitian. Misalnya, bagaimana ketika tali diayunkan, ia dapat melompat sedemikian rupa sehingga tidak sampai terjerat tali dengan berusaha mengikuti ritme ayunan. Semakin cepat gerak ayunan tali, semakin cepat ia harus melompat.
  1. Sosialisasi
Untuk bermain tali secara berkelompok, anak membutuhkan teman yang berarti memberi kesempatannya untuk bersosialisasi sehingga ia terbiasa dan nyaman dalam kelompok. Ia dapat belajar berempati, bergiliran, menaati aturan dan yang lainnya.
  1. Intelektual
Saat melakukan lompatan, terkadang anak perlu berhitung secara matematis agar lompatannya sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan dalam aturan permainan. Umpamanya, anak harus melakukan lima kali lompatan saat tali diayunkan, bila lebih atau kurang ia harus gantian menjadi pemegang tali. Anak juga secara tidak langsung belajar dengan cara melihat dari teman-temannya agar bisa mahir dalam melakukan permainan tersebut.
  1. Moral
Dalam permainan tradisional mengenal konsep menang atau kalah. Namun, menang atau kalah tidak menjadikan para pemainnya bertengkar, mereka belajar untuk bersikap sportif dalam setiap permainan. Dan juga tidak ada yang unggul, karena setiap orang punya kelebihan masing-masing untuk setiap permainan, hal tersebut meminimalisir ego di diri anak-anak


BAB III
PENUTUP

3.1  Simpulan
   Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut.
1.      Permainan Lompat Tali Merdeka adalah sebutan untuk mereka yang tinggal di Provinsi Riau. Di daerah yang masyarakatnya adalah pendukung kebudayaan Melayu ini ada sebuah permainan yang disebut sebagai tali merdeka. Inti dari permainan ini adalah melompat tali karet yang tersimpul. Komponen-komponen permainan lompat tali merdeka yaitu pemain, tempat dan peralatan permainan.
2.      Komponen-komponen yang diperlukan dalam permainan lompat tali merdeka adalah.
a.       Pemain
b.      Tempat
c.       Peralatan Permainan
3.      Cara Permainan tali merdeka tergolong sederhana karena hanya melompati anyaman karet dengan ketinggian tertentu
4.      Permainan lompat tali merdeka ini mengandung nilai kerja keras, ketangkasan, kecermatan dan sportivitas. Adapun Manfaat dari permainan lompat tali ini adalah.
a.       Motorik Kasar
b.      Emosi
c.       Ketelitian dan Akurasi
d.      Sosialisasi
e.       Intelektual
f.       Moral




3.2  Saran
Melalui makalah ini, disarankan beberapa hal yaitu sebagai berikut.
  1. Mahasiswa mengenal dan memahami permainan tradisional seperti salah satunya permainan Lompat Tali Merdeka, dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran nantinya.
  2. Masyarakat melestarikan khazanah budaya sendiri yakni salah satunya dengan mengenal dan mengapresiasi permainan-permainan tradisional.
  3. Guru/dosen memperkaya wawasan dengan mengenal dan memahami permainan tradisional seperti permainan Lompat Tali Merdeka serta mengambil kontribusinya dalam pembelajaran. 

DAFTAR PUSTAKA

Asri, Arfan. 2012. Lompat Tali Merdeka. http://bang-bro.blogspot.com/2012/08/lompat-tali-merdeka.html. Diakses tanggal 27 Februari 2014.

Cahyono, Nuri. 2009, Permainan Lompat Tali. Tersedia pada http://permata-nusantara.blogspot.com/2009/03/permainan-tali-merdeka-riau.html. Diakses tanggal 27 Februari 2014.

Septria, Fanny. 2012. Permainan Tradisional : Lompat Tali. Tersedia pada http:// Fanny Septria  PERMAINAN TRADISIONAL Lompat Tali.htm. Diakses tanggal 27 Februari 2014.