Jumat, 08 Mei 2015

Mekanisme Kegiatan Praseminar



MEKANISME KEGIATAN PRASEMINAR

A.    Proposal Kegiatan Seminar
Proposal adalah usulan untuk melakukan suatu kegiatan. Menurut Hariwijaya (dalam Happy Susanto, 2008: 1) kata proposal berasal dari Bahasa Inggris, yaitu proposal yang berarti pengajuan atau permohonan. Asal katanya adalah propose (mengajukan). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa proposal merupakan suatu bentuk pengajuan penawaran, baik berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan, izin, persetujuan, dana, dan lain sebagainya. Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelaskan sebuah rencana suatu kegiatan kepada si pembaca (individu/kelompok/lembaga), sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai rencana kegiatan tersebut lebih mendetail.
Seminar adalah kegiatan ilmiah yang tidak asing lagi bagi mereka yang berada di perguruan tinggi, seminar bila dikaitkan ke dalam sebuah bentuk pembelajaran dapat diartikan sebagai sebuah wahana untuk menampung ide-ide atau pendapat-pendapat dari peserta didik (siswa atau mahasiswa), sehingga dimungkinkannya terjadi sebuah pertukaran pengetahuan yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik.
Proposal seminar pendidikan adalah rencana program kerja yang disusun sebagai syarat untuk mengadakan seminar pendidikan. Dengan adanya proposal, pelaksanaan seminar dapat mengetahui secara jelas tujuan dilaksakannya seminar, bagaimana seminar yang dilaksanakan, siapa saja yang terlibat, dan informasi yang terkait di dalamnya. Penulisan proposal yang jelas dan sistematis akan menentukan sukses atau tidaknya kegiatan seminar termasuk pendanaan, sebuah proposal seminar yang baik, hendaknya mencantumkan hal-hal mendasar sebagai berikut.
1.      Topik Seminar yaitu persoalan utama yang dibahas dalam seminar.
2.      Latar Belakang Seminar yaitu hal yang mendasari diadakannya seminar.
3.      Tujuan Kegiatan Seminar yaitu hal yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan.
4.      Peserta yaitu siapa saja pesertanya.
5.      Metode Kegiatan Seminar yaitu prosedur pelaksanaan kegiatan.
6.      Waktu Pelaksanaan Kegiatan Seminar yaitu rincian yang jelas mengenai tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan.
7.      Rincian Dana yaitu rincian dana yang diperlukan, pengeluaran, kontribusi peserta, konsumsi.
8.      Kepanitiaan yaitu berisi daftar panitia yang dibentuk beserta tugasnya masing-masing.
Berikut ini butir-butir yang perlu dicantumkan dalam surat pengantar permohonan dana atau sponsor:
a.       Latar Belakang. Memberikan penjabaran tentang organisasi/lembaga/kelompok (visi/misi) tentang kegiatan yang akan dilaksanakan, hal yang sangat mendasari diadakannya kegiatan, pengalaman dan kemampuan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang pernah dilaksanakan sebelumnya, lembaga/organisasi pernah diaudit oleh lembaga yang berbobot, penghargaan-penghargaan yang pernah diperoleh, serta keterbatasan dalam pelaksanaan kegiatan khususnya yang berkaitan dengan dana.
b.      Konteks Permasalahan. Jelaskan alasan pengajuan permohonan bantuan dana, apa makna atau manfaat dari kegiatan yang diajukan untuk didanai atau disponsori (dampak bagi masyarakat, pemberi dana dan bagi lembaga/organisasi).
c.       Maksud dan Tujuan. Jelaskan maksud dan tujuan yang akan dilaksanakan, rumuskan tujuan secara tegas dan jelas.
d.      Kegiatan. Jelaskan secara singkat bentuk dan kegiatan-kegiatan tersebut akan dilaksanakan.
e.       Tempat dan Waktu. Cantumkan dimana dan kapan kegiatan-kegiatan tersebut akan dilaksanakan.
f.       Perkiraan Anggaran yang Dibutuhkan. Secara kasar cantumkan perkiraan dana yang dibutuhkan.
g.      Laporan. Setelah selesai kegiatan buatlah laporan penyelenggaraan dan pertanggung jawaban dana.
B. Panitia Pelaksana Kegiatan Seminar
                        Panitia pelaksana memegang peranan penting dalam mengorganisir jalannya seminar, orang-orang yang terlibat dalam kegiatan seminar inilah yang secara teknis akan bekerja untuk mendukung jalannya seminar. Dalam sebuah seminar, kepanitiaan paling tidak terdiri atas (1) ketua panitia; (2) sekretaris; (3) bendahara; (4) beberapa seksi, seperti: seksi acara, seksi publikasi/dokumentasi, seksi tempat dan perlengkapan, seksi konsumsi, dan lain-lain.
           
Contoh Susunan Kepanitiaan Seminar Pendidikan

SUSUNAN DAN PERSONALIA
PANITIA SEMINAR PENDIDIKAN TAHUN 2012

Pelindung                    : Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd.
(Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan)
Pengarah                     : Prof. Dr. Ni Ketut Suarni, M.S
(Pembantu Dekan I FIP)
Penanggung Jawab     : Drs. Ign. I Wayan Suwatra, MPd.
(Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar)
Dosen Pembimbing     : Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd.,M.S.
(Dosen Pembimbing Mata Kuliah Seminar Pendidikan)

1.        Ketua Panitia : Kadek Nita Rosdiana
2.        Sekretaris        : Ni Wayan Nasri
3.        Bendahara       : Ayu Megasari

A.      Sie Acara
Koordinator      : Ni Putu Ayu Candra Dias Noviani
Anggota            : Luh Putu Utari
                            Ayu Megasari

B.       Sie Konsumsi
Koordinator    : Luh Putu Utari
Anggota           : Luh Putu Diva Wulan P.Ng.

C.       Sie Perlengkapan dan Pudekdok
Koordinator    : Putu Eny Witariani
Anggota          : Ni Putu Krisna Dewi


D.      Sie Humas
Koordinator    : Ni Kadek Intan Maharani
Anggota           : Putu Cipta Dewi

E.       Sie Kerohanian
Koordinator    : Ni Kadek Suadnyani
Angora            : Ni Wayan Nasri


Mengetahui,                                                                Singaraja, 11 Mei 2012
Dosen Pembimbing                                                     Ketua Panitia,


Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd.,M.S.                    Kadek Nita Rosdiana
NIP. 198209102005012001                                       NIM. 0811031551

C. Tugas-Tugas Panitia Pelaksana Kegiatan Seminar
Secara linguistik, panitia diartikan sebagai kelompok orang yang ditunjuk atau dipilih untuk mempertimbangkan atau mengurus hal-hal yang ditugaskan kepadanya. Pembentukan panitia bertujuan untuk (a) menyebarkan informasi, (b) menghasilkan ide dan menyelesaikan masalah yang muncul, (c) membantu terciptanya koordinasi, komunikasi dan kerjasama, dan (d) mengusulkan tindakan selanjutnya dan membuat keputusan sesuai dengan tugas dan wewenang-wewenang yang diberikan oleh organisasi.
            Macam-macam panitia dikelompokkan menurut jenis, sifat, kerangka rujukan, ukuran, anggota maupun tugas yang diembannya.
a.       Panitia tetap, dibentuk untuk memegang tanggung jawab atas persoalan-persoalan yang bersifat umum, kepanitiaan ini bersifat kolektif.
b.      Panitia khusus, dibentuk untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu secara khusus, dan anggotanya dibatasi.
c.       Panitia kerja, bertugas melakukan penyelidikan masalah-masalah yang sfesifik.
d.      Panitia perumus, bertugas merumuskan hasil suatu kegiatan seminar, diskusi, symposium, lokakarya,dll.
e.       Panitia kecil, merupakan bagian dari panitia yang lebih besar.
f.       Panitia bersama, anggotanya merupakan gabungan anggota berbagai organisasi yang berlainan.
g.      Panitia pengarah, anggotanya terdiri atas orang-orang ahli atau pejabat, bertugas memberikan pengarahan kepada panitia pelaksana.
h.      Panitia pelaksana, bertugas melaksanakan suatu kegiatan (terjun langsung ke lapangan).
i.        Panitia pembantu, merupakan panitia kecil yang bertugas membantu panitia pelaksana.
Untuk sebuah kepentingan yang efektif perlu diperhatikan tiga faktor utama sebagai berikut.
a.       Tugas
Sebagaimana tersebut di atas, keberadaan panitia dimaksudkan untuk melaksanakan tugas tertentu, tugas tersebut dapat berasal dari pengurus organisasi bersangkutan ataupun amanah dari peraturan/tata tertib organisasi.
b.      Pemimpin
Seorang pemimpin harus mampu mengendalikan ritme kerja kepanitiaan, memberikan motivasi kepada anggota panitia untuk menjalankan amanahnya sesuai pembagian kerja yang telah ditetapkan. Pemimpin adalah pengatur irama dan strategi kepanitiaan untuk menyelesaikan amanah yang diembannya secara cepat dan tepat.
c.       Anggota
Sebagaimana pemimpin, keberadaan anggota juga sangat menentukan keberhasilan suatu kepanitiaan, anggota yang memiliki kengetahuan, keahlian (skill), dan kemampuan (capability) yang sesuai dengan kebutuhan akan menunjang kerja tim kepanitiaan.
Orang-orang yang terlibat dalam kegiatan seminar memiliki tugas masing-masing, secara umum tugas-tugas panitia pelaksana kegiatan seminar adalah menyukseskan jalannya seminar sesuai dengan deskripsi tugas (job description) masing-masing.
Berikut ini penjabaran dari tugas-tugas kepanitiaan.
1.        Ketua panitia
Bertanggung jawab terhadap keseluruhan pelaksanaan seminar, mulai dari perancangan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi. Ketua panitia bertugas mengarahkan anggota kepanitiaanya dan mencari solusinya apabila ditemukan hambatan, apabila ketua panitia berhalangan hadir, biasanya diwakilkan oleh wakil ketua panitia yang bertugas mewakili ketua panitia.
2.        Sekretaris
Bertugas membantu ketua panitia terkait kegiatan kesekretariatan seperti: pembuatan surat undangan, pengarsipan dokumen seminar, penyediaan format-format untuk kepentingan seminar, pengadaan makalah dan sebagainya. Apabila tugas sekretaris dianggap cukup besar dan banyak, sekretaris biasanya dibantu dengan dibentuknya seksi kesekretariatan.
3.        Bendahara
Bertugas membantu ketua panitia dalam hal mengatur biaya seminar (budgeting).
4.        Seksi acara
Bertugas membantu ketua panitia dalam hal menyusun susunan acara dan mengorganisisr jalannya seminar, disamping itu, seksi acara biasanya bertugas menghubungi pemakalah, menyiapkan moderator dan juga notulis.
5.        Seksi publikasi/dokumentasi
Bertugas membantu ketua panitia untuk mempublikasikan/mempromosikan seminar (membuat brosur, membuat poster, mengiklankan di surat kabar atau sarana elektronik) serta mendokumentasikan kegiatan seminar (pengambilan foto maupun perekam video).
6.        Seksi alat/perlengkapan
Bertugas membantu ketua panitia dalam hal mengatur tempat serta menyediakan alat/perlengkapan yang diperlukan untuk seminar, seperti: papan tulis, laptop, LCD, dan perlengkapan lainnya. Seksi perlengkapan juga menyerahkan surat peminjaman alat/perlengkapan yang sebelumnya telah disiapkan oleh sekretaris.
7.        Seksi konsumsi
Bertugas membantu ketua panitia dalam hal menyediakan konsumsi bagi peserta seminar
8.        Seksi umum
Bertugas membantu ketua panitia untuk mengerjakan kegiatan-kegiatan umum lainnya yang tidak diakomodasi oleh seksi-seksi yang lain yang telah dibentuk.
Secara umum struktur kepanitiaan adalah sebagai berikut.
a.         Pelindung, yaitu pimpinan tertinggi dari lembaga yang memayungi organisasi penyelenggara kegiatan.
b.        Penasihat, yaitu tokoh atau penjabat dalam lembaga yang berhubungan secara langsung dengan organisasi penyelenggara kegiatan, penasihat diharapkan dapat memberi masukan dan pertimbangan atas pelaksanaan kegiatan.
c.         Penanggung jawab, yaitu ketua organisasi penyelenggara kegiatan, berfungsi sebagai penanggung jawab umum atas segala aktifitas organisasi.
d.        Panitia pengarah, beranggotakan pengurus/penjabat organisasi atau orang-orang yang ahli bertugas memberikan pengarahan kepada panitia pelaksana, panitia pelaksana bertugas mengorganisir pelaksanaan kegiatan (terjun langsung kelapangan secara teknis operasional)
Panitia pelaksana terdiri dari: Ketua/koordinator, Sekretaris, Bendahara, Seksi-seksi
Job description atau deskripsi pekerjaan merupakan seperangkat fungsi dari tugas tanggung jawab yang dijabarkan ke dalam kegiatan pekerjaan, pernyataan dibuat secara tertulis untuk semua tingkat posisi klinis dalam satu unit yang mencerminkan fungsi, tanggung jawab dan kualitas kebutuhan.
Di dalam menyusun sebuah deskripsi jabatan, maka ada lima konsep dasar yang dijadikan pertimbangan, yaitu:
a.       Deskripsi jabatan adalah suatu dokumen singkat dari informasi faktual yang merupakam tugas-tugas yang harus dilakukan dan merupakan pertanggung jawaban yang melekat erat pada sebuah jabatan tertentu.
b.      Dalam deskripsi jabatan akan teruraikan garis-garis besar lingkup jabatan tersebut dan jabatan-jabatan yang lainnya dalam organisasi/perusahaan dan persyarat-persyaratan jabatan.
c.       Deskripsi jabatan selalu mendasarkan pada hakekat pekerjaan dari pada individu yang melaksanakannya, dengan demikian orientasi yang termasuk didalam deskripsi jabatan akan menekankan pada aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan oleh individu yang memegang jabatan itu.
d.      Deskripsi jabatan juga berbicara mengenai informasi-informasi yang selektif yang diperoleh dari laporan analisis jabatan. Oleh karenanya deskripsi jabatan akan menampilkan pernyataan-pernyataan (statements) yang relevan dengan jabatan tersebut.
e.       Data yang tercatat dalam deskripsi jabatan akan lebih ditekankan pada hakekat atau sifat dari jabatan yang bersangkutan, penyusunan deskripsi jabatan merupakan satu kebutuhan yang harus dipenuhi suatu organisasi. Deskripsi jabatan sering mempunyai efek seperti cermin bagi manajemen.
Beberapa yang bisa ditarik dalam penyusunan deskripsi jabatan antara lain sebagai berikut.
a.       Sebagai bahan untuk mengadakan perbandingan antara tugas dan pekerjaan dalam suatu perusahaan dengan tugas dan pekerjaan pada perusahaan yang lain (termasuk sistem kompensasi yang berlaku).
b.      Sebagai dasar berpijak dalam penentuan sistem kompensasi didalam perusahaan melalui proses evaluasi jabatan.
c.       Sebagai dasar dalam pembentukan performance appraisal system, penyusunan, program-program pengembangan sumber daya manusia, promosi jabatan, rekruitmen, dan sebagainya.
d.      Membantu seseorang untuk bisa lebih mengerti mengenai tugas, wewenang maupun tanggung jawab dari jabatannya. Dalam hal ini juga akan membantu dalam hal memberi bahan orientasi jabatan untuk penjabatan baru.
e.       Menjelaskan dan menjernihkan mengenai ruang lingkup jabatan dalam sebuah organisasi sehingga dapat dihindari kemungkinan salah interpretasi, overlapping dan sebagainya.
f.       Membantu dalam program-program perencanaan dan pengembangan organisasi termasuk diantaranya program-program pelatihan, pengaturan kembali dan prosedur kerja dan lain-lain.
Proses penyusunan deskripsi pekerjaan dapat diawali dengan kegiatan pengumpulan data baik melalui pengamatan lapangan, kuesioner, wawancara dengan para pemegang jabatan yang ada maupun lewan sekunder (referensi, studi literatur, dsb). Bahan-bahan yang terkumpul tersebut kemudian harus diolah dan disusun kembali serta diseragamkan untuk setiap jabatan yang sama (dalam hal-hal yang berkaitan dengan pengawasan maupun persyaratan yang bersifat umum). Hasil penyusunan awal yang berupa draft deskripsi jabatan kemudian harus dievaluasi dan didiskusikan kembali dengan individu yang memegang jabatan kemudian diteliti kebenarannya, berdasarkan evaluasi dan koreksi yang dilaksanakan kemudian disusun “final job description” dan akhirnya bisa diimplementasikan. Deskripsi jabatan bukanlah suatu hal yang bersifat konstan (permanen) oleh karena itu tindak lanjut (follow up) berupa evaluasi secara kontinyu tetap diperlukan agar deskripsi jabatan selalu up-to-date.
Deskripsi jabatan pada dasarnya menggambarkan tentang bagaimana kenyataan suatu kegiatan/pekerjaan dilakukan, secara komprehensif deskripsi akan berisi tentang hal-hal sebagai berikut:
a.       Nama Jabatan: dalam hal ini akan disebutkan nama jabatan yang ada dan sesuai dengan struktur organisasi yang telah dirancang dalam proses pembuatan struktur organisasi sebelumnya. Sekaligus disini akan disebutkan nomor kode dari jabatan tersebut untuk memudahkan dalam proses pendataan nantinya.
b.      Kedudukan Jabatan: dalam hal ini akan disebutkan kedudukan jabatan tersebut dalam struktur organisasi yang ada, misalnya berada di departemen/bagian/seksi apa. Dari pernyataan ini akan dapat diketahui dengan mudah tingkat/hirarki jabatan tersebut dalam suatu organisasi.
c.       Ikhtisar Jabatan: menjelaskan mengenai tujuan umum atau tujuan dasar dari suatu jabatan yang membedakannya dari jabatan yang lain. Ikhtisar jabatan ini bisa pula dikatakan sebagai kesimpulan (summary) dari tugas-tugas pokok.
d.      Tugas-tugas pokok: berisikan daftar tugas-tugas yang harus dilaksanakan meliputi tugas rutin (harian), tugas berkala (periodik, mingguan, bulanan), dan tugas insidenti/tambahan yang kejadiannya berlangsung secara random. Tugas-tugas yang dituliskan terutama sekali yang frekuensi kegiatannya cukup sering. Dari daftar tugas ini, maka tugas-tugas apa saja yang harus dilakukan suatu jabatan dan bagaimana tugas tersebut harus dilaksanakan akan ditulis serinci mungkin.
e.       Wewenang: menunjukan “the right & power” dari suatu jabatan untuk memerintah, memutuskan, menegaskan aturan/prosedur yang harus ditaati dan sebagainya. Wewenang biasanya akan lebih banyak ditujukan ke mereka yang memiliki kedudukan (level/hirarki) yang berada langsung di lini atas suatu jabatan. Selanjutnya deskripsi jabatan yang sering kali pula dilengkapi dengan spesifikasi dan kondisi kerja, maka disini akan diberikan gambaran umum mengenai spesifikasi dan kondisi kerja seperti posisi kerja (temperatur, suara, penerangan, dan kondisi lingkungan fisik kerja lainnya) dan resiko-resiko kerja yang mungkin dihadapi. Penggambaran tentang spesifikasi maupun kondisi kerja ini sebagai prasyarat jabatan dan sekaligus pula bisa dimanfaatkan untuk dasar penentuan kompensasi jabatan.

Contoh Deskripsi Kerja Panitia Pelaksanaan Seminar Pendidikan
DESKRIPSI KERJA (JOB DESCRIPTION)
1. Ketua Panitia
a. Mengkoordinasikan seluruh kegiatan kepada panitia dari tahap persiapan sampai akhir kegiatan.
b. Melakukan koordinasi dengan panitia dan pembimbing.
c. Mengadakan evaluasi di akhir kegiatan seminar.
d. Melaporkan permasalahan yang ada pada saat persiapan, pelaksanaan, dan pada akhir seminar, serta mempertanggung jawabkan kepada dosen pembimbing melalui LPJ.
e. Membuat laporan pelaksanaan kegiatan seminar bersama bendahara, dan dibantu oleh panitia yang lain.
f. Membuat deskripsi kerja (Job Description) panitia, bersama sekretaris.
2. Sekretaris
a. Menyiapkan proposal kegiatan seminar.
b. Membuat surat peminjaman alat-alat yang diperlukan dalam kegiatan seminar ke HMJ dan senat FIP Undiksha.
c. Membuat daftar hadir peserta dan panitia seminar.
d. Membuat agenda rapat.
e. Membuat piagam peserta, panitia, pengisi acara, dan narasumber dalam kegiatan seminar.
f. Mengkoordinasikan daftar hadir kepada panitia dan peserta sekaligus merekapnya.
g. Bekerjasama dan berkoordinasi dengan sie yang lain.
3. Bendahara
a.       Menghimpun dana dari seluruh panitia dan mengelola dana tersebut.
b.      Mengkoordinasikan berbagai permasalahan keuangan kepada ketua panitia.
c.       Berkoordinasi dengan koordinator sie mengenai keuangan.
d.      Membuat laporan pertanggung jawaban keuangan.
e.       Bekerjasama dan berkoordinasi dengan sie yang lain.
4. Sie Acara
a.       Membuat susunan acara.
b.      Mengatur dan mengkoordinasikan jalannya acara seminar.
c.       Menyiapkan MC, pembaca doa, dan dirigen saat seminar.
d.      Menyiapkan moderator, narasumber, dan notulen saat seminar.
e.       Bekerjasama dan berkoordinasi dengan sie yang lain.
5. Sie Konsumsi
a.       Menyiapkan dan memberikan konsumsi kepada narasumber, peserta dan panitia.
b.      Bekerjasama dan beroordinasi dengan sie yang lain.
6. Sie Perlengkapan dan Pudekdok
a.       Menyiapkan tempat pelaksanaan kegiatan.
b.      Menyediakan perlengkapan (meja, kursi, sound system, LCD, vas bunga, prada, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan untuk kelancaran kegiatan seminar).
c.       Mempublikasikan kegiatan dengan menggunakan pamflet di lingkungan jurusan PGSD.
d.      Mendekorasi tempat kegiatan.
e.       Mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk gambar.
f.       Bekerjasama dan berkoordinasi dengan sie yang lain.
7. Sie Humas
a.       Mengirim surat peminjaman alat ke HMJ PGSD dan Senat FIP.
b.      Mengirim surat peminjaman tempat kepada ketua jurusan PGSD.
c.       Mengirim surat permakluman kepada dosen untuk tidak melakukan perkulahan di ruang 7 GKU selama persiapan seminar sampai akhir kegiatan seminar.
d.      Mengirim surat kesediaan untuk menjadi narasumber dalam kegiatan seminar kepada dosen yang bersangkutan.
e.       Bekerjasama dan berkoordinasi dengan sie yang lain.
8. Sie Kerohanian
a.       Menyiapkan dan menghaturkan banten matur piuning.
b.      Menyiapkan persembahyangan berupa canang sari dan segehan di tempat pelaksanaan kegiatan.
c.       Menyiapkan naskah doa.
d.      Bekerjasama dan berkoordinasi dengan sie yang lain.
D. Brosur Seminar Pendidikan
            Mempublikasikan kegiatan seminar kepada khalayak sangatlah penting dalam menarik perhatian mereka untuk mengikuti seminar, salah satu media untuk mempublikasikan kegiatan seminar adalah dengan menggunakan brosur, brosur mengandung informasi yang jelas serta disajikan dengan menarik, sangatlah menentukan publikasi seminar itu sendiri. Brosur itu bersifat persuasif, unsur-unsur yang terdapat dalam brosur secara umum yakni, judul, alamat, penyelenggara, lambang/logo dan latar bangunan, pendahuluan, latar belakang, tujuan, cara pendaftaran (teknis pendaftaran, pembayaran, dan batas akhir pendaftaran, waktu dan tempat pelaksanaan, dan fasilitas yang didapat)
            Fungsi brosur adalah publikasi, informasi, dan promosi, dengan adanya fungsi brosur sebagai media informasi yang dikemas menarik menjadikan sasaran kegiatan (peserta) tertarik mengikuti kegiatan. Dalam brosur yang baik sudah seharusnya kita memperhatikan tenggang waktu kegiatan dengan penyebaran brosur (minimal 3 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan) dan pastikan bahwa narasumber yang tercantum pada brosur akan hadir saat kegiatan berlangsung.

DAFTAR RUJUKAN
Susanto, Happy. 2008. Panduan Praktis Menyusun Proposal. Jakarta: Visimedia.
Tegeh, dkk. 2013. Seminar Pendidikan. Singaraja: Undiksha Press.

0 komentar:

Posting Komentar