Jumat, 06 Juni 2014

Redakan Rasa Nyeri Saat Beraktivitas

"Aktivitas dengan gerakan berulang itu (berkerja) memang kewajiban kita, tapi sebenarnya jika sesuai dengan asas fisiologis tidak ada masalah. Masalah muncul kalau gerakan berulang itu pada posisi yang salah dan beresiko neuropati," ujar dr Hasan.

Untuk menghindari resiko sakit tersebut, dr Hasan memberikan beberapa saran yang dapat diikuti.
1. Cari Posisi yang Nyaman.

Salah satu cara agar terhindar rasa sakit saat melakukan aktivitas apapun adalah dengan mencari posisi yang nyaman untuk badan. Jika aktivitas kerja seperti dikantor yang melibatkan posisi duduk atau berkendara, carilah posisi duduk yang nyaman bagi postur tubuh.

Duduk dengan tegang dan kaku akan memberikan tekanan tambahan pada tulang belakang dan beresiko menimbulkan masalah punggung seperti nyeri punggung bawah.

"Jangan bebankan fungsi tubuh yang berlebihan, kalau bisa sambil senderan jadi otot dan tulang penyanggah tidak lelah," ujar dr Hasan.
2. Sempatkan Istirahat.

Jika aktivitas dilakukan dalam jangka waktu yang lama, sebelum muncul rasa pegal sempatkanlah melakukan peregangan ringan selama satu hingga dua menit.

Peregangan ini bertujuan untuk melancarkan peredaran darah dan melemaskan otot yang kaku karena intensitas aktivitas yang dilakukan.
3. Konsumsi Sayur dan Biji-bijian.

Saat melakukan aktivitas dengan gerakan berulang, saraf pada badan memiliki resiko tertekuk atau terhimpit sehingga menyebabkan rasa nyeri.

Sayur dan biji-bijian banyak mengandung vitamin B yang diperlukan tubuh untuk meregenerasi sel-sel terutama sel saraf tersebut. Konsumsi sayur dan biji-bijian yang teratur dan seimbang dapat membantu tubuh menghadapi aktivitas sehari-hari.

"Pencegahan alami yang paling mudah dan murah ya dengan mengkonsumsi makanan seimbang dan cukup. Sayur-sayuran dan biji-bijian banyak mengandung vitamin B yang bagus untuk memperbaiki saraf," komentar dr Hasan.
4. Jika Perlu, Konsumsi Suplemen Vitamin B Tambahan.

dr Hasan mengatakan bahwa masyarakat kota yang sibuk sulit untuk memenuhi kebutuhan vitaminnya lewat makanan yang dikonsumsi saja sehingga ada baiknya untuk mengambil vitamin tambahan.

"Butuh konsumsi sayur dan biji-bijian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin B tubuh. Misalkan satu kilogram sayur saja itu hanya setara dengan satu butir vitamin B dan belum tentu masyarakat mengkonsumsi sayur satu kilo seharinya," kata dr Hasan.

Lebih jauh dr Hasan menegaskan tidak perlu takut untuk mengkonsumsi pil vitamin B. "Vitamin B adalah vitamin yang larut dalam air sehingga jika ada kelebihan, vitamin B akan dikeluarkan lewat urine. Tidak seperti vitamin C yang jika berlebih bisa menjadi batu ginjal," terang dr Hasan.

Source: detik.com



0 komentar:

Posting Komentar