Senin, 13 Januari 2014

ARTIKEL PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA

ARTIKEL
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
PENULIS : RENALDY S. V. DAMASAR

Dalam proses komunikasi kita mengetahui betapa pentingnya peranan media sebagai sarana untuk menyalurkan pesan. Salah satu unsur dalam proses komunikasi yang sangat menonjol peranannya adalah media. Proses komunikasi yang terjadi dalam pembelajaran maka media merupakan wahana penyalur pesan atau informasi pembelajaran.
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium, yang berarti perantara atau pengantar. “Menurut Bambang Warsita media adalah perantara atau pengantar pesan dari si pengirim (komunikator atau sumber/source) kepada si penerima (komunikan atau audience/receiver)”. Dalam perjalanannya, konsep media sebagai alat bantu pembelajaran mendapat pengaruh teori komunikasi. Akibat mendapat pengaruh tersebut maka fungsi media tidak lagi hanya sekedar alat bantu guru saja, tetapi bergeser menjadi medium penyalur pesan/informasi dari penyalur pesan (guru, penulis buku, produser dan sebagainya) ke penerima pesan (peserta didik). Karakteristik media sebagai sarana komunikasi adalah perlu adanya feedback dan dapat terjadi interaksi.
Sedangkan menurut Heinich dan Molenda, dkk (dalam Bambang Warsita) media diartikan sebagai alat komunikasi yang membawa pesan dari sumber ke penerima. Sedangkan pembelajaran merupakan terjemahan dari kata “instruction” yang dalam bahasa Yunani disebut instructus atau intruere yang berarti menyampaikan pikiran, dengan demikian arti intruksional adalah menyampaikan pikiran atau ide yang telah diolah secara bermakna melalui pembelajaran. Dalam pengertian lain, pembelajaran adalah usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar dalam diri peserta didik. Menurut Miarso, pembelajaran disebut juga kegiatan pembelajaran (instructional) adalah usaha mengelola lingkungan dengan sengaja agar seseorang membentuk diri secara positif tertentu dalam kondisi tertentu. Jadi inti dari pembelajaran adalah segala upaya yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada diri peserta didik.
Menurut Gagne dan Briggs 1973;3 (dalam Bambang Warsita) Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar peserta didik bersifat internal. Sehingga media pembelajaran dapat diartikan sebagai media yang memungkinkan terjadinya interaksi antara karya seorang pengembang mata pelajaran (program pembelajaran) dengan peserta didik. Adapun yang dimaksud dengan interaksi adalah terjadinya suatu proses belajar pada diri peserta didik pada saat menggunakan atau memanfaatkan media.
Menurut Miarso media pembelajaran adalah segalah sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatiaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan dan terkendali. Pada hakikatnya proses pembelajaran juga merupakan proses komunikasi, maka media pembelajaran bisa dipahami sebagai media komunikasi yang digunakan dalam konteks dan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam proses komunikasi tersebut, media pembelajaran memiliki peranan penting sebagai sarana untuk menyalurkan pesan pembelajaran.
Dalam dunia pendidikan, media pembelajaran merupakan suatu hal yang sangat penting untuk membantu para peserta didik memahami atau mengerti mengenai pesan atau pelajaran yang disampaikan. Oleh karena itu penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia disekolah sangat diperlukan oleh seorang guru. Namun terlebih dahulu kita harus memahami tentang apa yang dimaksud dengan multimedia. Secara etimologis multimedia berasal dari kata “multi” (Bahasa  Latin, nouns yang berarti banyak, bermacam-macam), dan “medium” (Bahasa Latin yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu). Kata medium dalam America Heritage Electronic Dictionar, 1991 dalam Ariani dan Haryanto juga diartikan sebagai “alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi”. Jadi subjek multimedia adalah informasi yang bisa dipresentasikan kepada manusia. Beberapa definisi multimedia menurut beberapa ahli dalam Ariani dan Haryanto  diantaranya kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, grafik, animasi, audio dan video (Turban dan kawan-kawan); Multimedia yang dapat menciptakan presentase yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video (Robin dan Linda); Multimedia dalam konteks komputer menurut Hofstetter, adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, video dengan menggunakan alat yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. Multimedia sebagai perpaduan antara teks, grafik, sound, animasi dan video untuk menampaikan pesan pada publik (Wahono); Multimedia merupakan kombinasi dari data teks, audio, gambar, animasi, video dan interaksi, multimedia (sebagai kata sifat) adalah media elektronik untuk menyimpan dan menampilkan data-data multimedia (Zeembry). Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media yang berupa teks, gambar, grafik, sound, animasi, video, interkasi dan lain-lain yang telah dikemas menjadi file digital, digunakan untuk menyampaikan pesan kepada publik.
Multimediapun terbagi menjadi dua kategori, yaitu multimedia linier dan multimedia interaktif. Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya TV dan film. Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah pembelajaran interaktif, aplikasi game, dll.
Jadi media pembelajaran berbasis multimedia adalah sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan yang memiliki suara dan gambar atau suara dan teks atau teks dan gambar ataupun memiliki ketiga-tiganya yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatiaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan dan terkendali. Media pembelajaran berbasis multimedia sekarang ini lebih dikenal dengan sebutan multimedia pembelajaran. Jadi menurut Murni (dalam Bambang Warsita), Multimedia Pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, ketrampilan dan sikap), serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali. Penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia dalam proses pembelajaran memberikan hasil yang lebih baik bagi siswa dibandingkan dengan yang tidak menggunakan media pembelajaran berbasis multimedia dalam proses belajar mengajar

0 komentar:

Posting Komentar